Toli-Toli 30 September 2025 — Bertempat di Kantor Pengamat Daerah Irigasi Tendelalos/Kolondom, digelar kegiatan Sosialisasi TUNTURA yang berfokus pada mekanisme pengaduan dan penanganan keluhan masyarakat terkait kondisi dan pelayanan jaringan irigasi. Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa tersebut dihadiri oleh unsur pelaksana teknis di lapangan, yakni para Petugas Pintu Air (PPA), juru pengairan, dan pengamat pengairan yang selama ini menjadi ujung tombak pengelolaan air di wilayah kerja Daerah Irigasi Tendelalos/Kolondom.

Dalam sosialisasi ini, narasumber memaparkan alur dan tata cara penyampaian pengaduan melalui TUNTURA, mulai dari jenis keluhan yang dapat dilaporkan seperti kerusakan saluran, sedimentasi, kebocoran pintu air, hingga ketidakmerataan distribusi air sampai pada mekanisme tindak lanjut dan pelaporan penyelesaiannya. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai peran mereka sebagai petugas lapangan dalam menjembatani keluhan petani dan masyarakat pengguna air kepada instansi pengelola irigasi, agar setiap laporan dapat direspons secara cepat, tepat, dan terdokumentasi dengan baik.

Selama kegiatan berlangsung, suasana diskusi tampak interaktif. Para peserta yang sehari-hari bertugas memantau kondisi pintu air dan saluran di lapangan aktif menyampaikan pengalaman serta kendala yang kerap dijumpai, mulai dari keterlambatan penanganan kerusakan infrastruktur hingga minimnya saluran komunikasi resmi antara petani dan petugas pengairan. Narasumber merespons masukan tersebut dengan menekankan pentingnya TUNTURA sebagai kanal resmi yang dapat mempercepat proses identifikasi masalah sekaligus menjadi bahan evaluasi kinerja operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan para PPA, juru pengairan, dan pengamat pengairan tidak hanya memahami prosedur pengaduan secara administratif, tetapi juga mampu menjadi agen penyebar informasi di tingkat lapangan, sehingga petani dan kelompok pengguna air lainnya semakin terbuka dan aktif melaporkan setiap persoalan yang dihadapi. Langkah ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pengelolaan irigasi yang partisipatif, responsif, dan akuntabel, guna mendukung keberlanjutan produktivitas pertanian di wilayah Daerah Irigasi, bukan hanya di Tendelalos/Kolondom.

Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi tanya jawab serta kesepakatan untuk terus menjalin koordinasi antara petugas lapangan dan pengelola daerah irigasi, agar setiap pengaduan yang masuk melalui TUNTURA dapat ditindaklanjuti secara berkala dan transparan.